Friday , 22 September 2017
iden
Home » info » Standar Sertifikat Perawatan jangka panjang antara Jepang dan Indonesia

Standar Sertifikat Perawatan jangka panjang antara Jepang dan Indonesia

Diskusi dan Pembelajaran antara Indonesia dan Jepang : Standar Sertifikat Perawatan jangka panjang antara Jepang dan Indonesia
Bidakara Hotel , Jakarta , 18 Februari 2014

Kunjungan Lapangan, Yogyakarta, 20 Februari 2014

kunjungan
Kunjungan lapangan ke Desa Jelok, Gunung Kidul Yogyakarta 20 Februari 2014

Pusat Kajian Kelanjutusiaan/Centre for Ageing Studies (CAS) UI bekerjasama dengan Toyota Foundation dan AABC Jepang mengadakan diskusi dan pembelajaran antara Indonesia dan Jepang, yang dilakukan di Hotel Bidakara, Jakarta, 18 Februari 2014, dan Kunjungan Lapangan ke Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, 20 Februari 2014.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman kedua negara sehubungan dengan issue penuaan penduduk, yang belum mengalami kemajuan sehingga dirasa perlu untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan mengenai perawatan jangka panjang bagi lansia. Meskipun Jepang menerima calon pekerja perawat Indonesian melalui perjanjian kemitraan ekonomi bilateral berdasarkan; akan tetapi Kebijakan Jepang saat ini menunjukkan kebuntuan karena kurangnya persiapan. Kemudian, kami akan mengusulkan strategi lain yang berfokus pada perbedaan latar belakang sosial, dengan tujuan untuk memahami perawatan jangka panjang untuk lansia di Jepang, sehingga memungkinkan pekerja perawat Indonesia untuk bermigrasi secara internasional.

Hal tersebut diusulkan pada setiap sektor yang menjadi perhatian dengan memakai kerangka konsep sertifikat perawatan jangka panjang di Asia – Pasifik untuk memberi keamanan pada kualitas pekerja pemberi perawatan. Kami akan mengusulkan kerangka yang mencapai ilustrasi program pendidikan dan pelatihan kemudian diklasifikasikan pada program umum, terutama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi perawat pemula seperti pengasuh keluarga, tetangga yang menjadi pengasuh lansia, dan perawat relawan. Selain itu, kami akan mengusulkan untuk saling tukar menukar perawat yang berbakat melatih program perawatan jangka panjang untuk lansia.
Dalam pertemuan dengan pembuat kebijakan, peneliti dan penentu kebijakan lainnya, pada tanggal 18 Februari 2014 tersebut, dibahas tentang :

  1. Standar Sertifikat Perawatan jangka panjang di Jepang dan negara-negara Asia Pasifik
  2. Mengetahui lebih jauh program perawatan Jangka Panjang, kebijakan dan kaitannya dengan Kesehatan, Sosial dan sistem pendukung keluarga di Masyarakat
  3. Diskusikan tentang pelatihan yang telah dilakukan oleh LSM
  4. Mengamati kepedulian masyarakat dalam memberikan pelayanan di Puskesmas, Posyandu, dan perawatan rumah di wilayah Yogyakarta , dan
  5. Diskusi tentang harmonisasi Standar Pelatihan Perawatan Jangka Panjang

Sementara tanggal 20 Februari 2014 kami melakukan kunjungan lapangan ke Desa Patuk di Gunung Kidul, Yogyakarta, dengan kegiatan sebagai berikut :

  1. Puskesmas Desa Beji, untuk berdiskusi dengan Kepala dan Staf Puskesmas, serta observasi langsung ke tempat layanan di Puskesmas.
  2. Diskusi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta, yang menjadi koordinator serta dan mengawasi keberlangsungan program mereka di Desa Patuk.
  3. Kunjungan ke Posbindu Lansia di Dusun Jelok, Beji, Patuk, Gunung Kidul dan berdiskusi dengan : Kepala Dusun Jelok, Desa Beji Patuk dan staf, penyedia layanan kesehatan, pekerja sosial, dan pemberi layanan perawatan/kader.

Kesimpulan dari pertemuan dan kunjungan lapangan ini adalah Rekomendasi Pengembangan Program Pelatihan Nasional untuk Perawatan Lansia termasuk Perawatan Jangka Panjang dan Tindak lanjut dari program Harmonisasi Standar Sertifikat Perawatan jangka panjang antara Jepang dan Indonesia untuk melaksanakan pendidikan, pelatihan dan penelitian di Indonesia yang harus dilakukan secara sistematis dengan pertimbangan pada pendekatan multi-sektor dan kriteria pendidik dan pelatih, standar kurikulum dari Jepang dan standar internasional lainnya, komitmen pemegang saham, jaringan kerja untuk keberlanjutan program, peran institusi akademik dan masyarakat serta kontribusi sektor swasta.

Di Indonesia, mengurus orang tua bukanlah tanggung jawab Departemen Kesehatan semata. Organisasi berbasis agama juga memiliki peran penting untuk membangun masyarakat dan merawat orang tua. Komisi Nasional Lanjut Usia (Komnas Lansia) mengkoordinasikan semua kementerian terkait seperti Hukum, Transportasi, Komunikasi, Tenaga Kerja, Kesejahteraan Sosial, Pendidikan, Tenaga Kerja, Kependudukan & keluarga Berencana, Perguruan Tinggi, serta Masyarakat Sipil/LSM dalam pemantauan, evaluasi, advokasi serta mengembangkan rekomendasi kebijakan. Pelaksanaan program yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Sosial, di tingkat lokal dapat dikoordinasikan oleh Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia).

Langkah kegiatan selanjutnya:

  1. Pertemuan di Fukuoka tentang kurikulum dan kunjungan lapangan mengenai kepedulian masyarakat terpadu (Juli 2014 )
  2. Sekitar bulan September 2014 : Mengembangkan/ menindaklanjuti usulan tentang pelaksanaan pelatihan program bersama Jepang –  Indonesia, dengan negara-negara lain dan
  3. Mendukung Dialog antara Jepang dan Pemerintah Indonesia pada tahun 2015.

About ri9ap

Check Also

Laporan kegiatan Sertifikat Pelatihan Harmonisasi Perawatan Jangka Panjang (LTC) untuk Caregiver antara Indonesia dan Jepang

Beberapa pertemuan yang telah dilakukan selama kunjungan di Jakarta dan Yogyakarta adalah: Jakarta, 17 November …